Dengarkan Ceritaku Tentang Sahabat

Sahabat katanya bisa menusuk kita dari belakang, sahabat katanya kadang menjelek-jelekkan kita di hadapan orang lain. Sahabat katanya bisa bersikap egois, sahabat katanya bisa menghina kita. Faktanya adalah, kita semua bisa saja bersikap seperti itu dan Kalau memang tidak sepakat, saya ingin kalian menjawab pertanyaan ini:
Siapa di antara kalian yang tak pernah menjelek-jelekkan orang lain ?
Siapa di antara kalian yang tak pernah egois ?
Siapa di antara kalian yang tak pernah menghina ?
Siapa di antara kalian yang tak pernah menyakiti hati orang lain .
jawabannya Universal : TIDAK ADA . Saya pun seperti itu .

Dan kalau kalian tanya kenapa sahabat bisa melakukan hal seperti itu ?
Jawabannya juga universal : Sahabat Adalah manusia. Menyalahkan sahabat mungkin hanya pelarian dan penyangkalan dan ungkapan kekecewaan terhadap mereka, untuk satu alasan: mereka tidak seperti yang kita mau. Egois memang, tapi makna sejati dari persahabatan adalah sama dengan makna dasar CINTA: Melebur ego pribadi menjadi ego bersama. Tidak adil saja menurutku jika karena "hanya" dengan satu kesalahan kecil yang mereka lakukan (apalagi) yang tidak mereka sadari atau tidak mereka sengaja, lantas kita melupakan hal-hal yang pernah kita lakukan bersama. Atau lebih mendalam lagi, hal yang pernah mereka lakukan untuk kita. Pemaknaannya sama: Keburukan selalu tampak lebih menonjol daripada kebaikan. Kebaikan menampakkan keindahan yang cepat kita lupakan. Keburukan meninggalkan luka yang lama tersembuhkan.
Persahabatan adalah cinta, jadi seharusnya diakhiri dengan cinta.
Sometimes we have to use our heart, not our egoism.

Adalah wajar menginginkan sahabat yang selalu bisa mengerti. Namun langka jika ada orang yang belajar mengerti terlebih dahulu.


Maka jika ada orang lain yang mencintai kita selain orang tua, ia adalah sahabat.
Maka jika tak ada malaikat, akan ada sahabat.
Maka jika tak ada pelangi, akan ada sahabat.
Maka jika tak ada bintang, maka akan ada sahabat.
(Anonim)

No comments:

Post a Comment